Deskripsi Pekerjaan
Logistik Nusantara Global adalah pemimpin industri yang berdedikasi untuk efisiensi dan inovasi rantai pasok. Kami mencari Manajer Rantai Pasok Negara (Country Supply Chain Manager) yang berbakat untuk memimpin transformasi logistik kami di wilayah Asia Tenggara.
Bergabunglah dengan tim eksekutif kami yang dinamis dan berpengaruh. Sebagai Country Supply Chain Manager, Anda akan menjadi garda terdepan dalam merancang strategi rantai pasok, mengoptimalkan aliran material, dan memastikan keterlambatan nol dalam distribusi produk kami ke pasar nasional maupun internasional.
Kami menawarkan lingkungan kerja premium dengan peluang pengembangan karir yang cepat, kompensasi kompetitif, dan budaya kerja yang berfokus pada hasil.
Tanggung Jawab
- Merancang dan mengimplementasikan strategi rantai pasok nasional yang selaras dengan tujuan bisnis perusahaan untuk efisiensi biaya dan peningkatan layanan.
- Memimpin tim operasional rantai pasok, termasuk manajemen inventaris, transportasi, dan gudang, untuk memastikan kualitas layanan pelanggan (SLA) terpenuhi.
- Menganalisis data rantai pasok untuk mengidentifikasi inefisiensi, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan aliran nilai.
- Mengelola hubungan strategis dengan pemasok, pelanggan, dan pemangku kepentingan kunci untuk memastikan kepuasan dan keberlanjutan.
- Bertanggung jawab atas penganggaran rantai pasok, termasuk manajemen biaya transportasi, penyimpanan, dan biaya operasional lainnya.
- Memastikan kepatuhan terhadap regulasi perizinan, standar keamanan, dan praktik berkelanjutan (CSR) di seluruh rantai pasok.
Kualifikasi
- Sertifikasi Sarjana (S1) atau Magister (S2) dalam Manajemen Logistik, Operasional, Bisnis, atau bidang terkait.
- Pengalaman minimal 7-10 tahun dalam manajemen rantai pasok, dengan setidaknya 3 tahun dalam peran kepemimpinan manajerial.
- Kemampuan analitis yang kuat dan pengetahuan mendalam tentang model rantai pasok end-to-end.
- Kepemimpinan yang kuat dengan kemampuan memotivasi dan mengembangkan tim yang beragam.
- Kemampuan bahasa Inggris yang baik (B2/C1) untuk komunikasi internasional dan dokumentasi teknis.
- Kepatuhan terhadap standar ISO dan kemampuan manajemen krisis yang efektif.